Mengenang Pembekuan QNB League, Kompetisi Teratas Indonesia pada 2015

Begini kisah pembekuan QNB League, kompetisi teratas Indonesia yang dibekukan.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Selasa, 21 Desember 2021 | 15:06 WIB
Logo QNB League. (Instagram)

Logo QNB League. (Instagram)

Bolatimes.com - Indonesia banyak memiliki kompetisi sepak bola teratas dalam sejarah. Salah satunya adalah QNB League yang digelar pada 2015 silam.

QNB League menjadi salah satu bagian dari sejarah panjang kompetisi sepak bola Tanah Air. Kehadirannya pada 2015 lalu, dianggap sebagai salah satu tonggak bangkitnya kompetisi Indonesia.

Sebagai catatan, QNB League merupakan liga yang disponsori oleh Bank QNB  (Qatar National Bank) yang merupakan bank komersial di Qatar dan sempat menjadi sponsor dari tim Paris Saint-Germain serta Piala AFC.

Baca Juga: Bek Andalan Timnas Singapura Cedera Parah Jelang Hadapi Timnas Indonesia

Bank QNB sendiri datang ke Indonesia pertama kali pada 2011 setelah membeli saham Bank Kesawan. Sejak saat itu, Bank QNB terus memantau sepak bola Tanah Air. Hingga akhirnya pada 2015 Bank QNB resmi menjadi sponsor utama Liga Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, saat itu Bank QNB berani meneken kontrak berdurasi 3 tahun. Dengan kata lain, keseriusan telah nampak dari Bank QNB untuk ambil bagian di sepak bola Tanah Air.

Karena menjadi sponsor utama, kompetisi teratas Indonesia itu mau tak mau nama kompetisi pun menjadi QNB League, seperti halnya Barclays Premier League yang merujuk pada nama Bank Barclays.

Baca Juga: Beri Motivasi Jelang Kontra Malaysia, Evan Dimas: Hei Harga Diri!

Hanya saja, besarnya nama sponsor yang datang tak serta merta menjamin kompetisi berjalan mulus. QNB League harus layu sebelum berkembang. Pada akhirnya, kompetisi ini pun lantas terhenti di tengah jalan.

Lantas, mengapa QNB League hancur sebelum musim pertamanya benar-benar tuntas?

QNB League Dihentikan Mendadak

Baca Juga: Pengakuan Safee Sali yang Malu saat Malaysia Dibantai Timnas Indonesia

Sebagai informasi tambahan, QNB League sendiri pada 2015 lalu telah berjalan dan memainkan 9 laga, di mana Gresik United mampu menduduki puncak klasemen. Ajang ini juga menjadi musim pertama Bali United setelah mengakuisisi Persisam Putra Samarinda.

Meski telah dimulai dan menjalankan 9 laga, keanehan nampak dalam penyelenggaraan QNB League sejak awal ajang ini akan digelar.

Saat itu, Bank QNB resmi menjadi sponsor liga sehari sebelum Kick Off dimulai. Tak ada ribut-ribut bagaimana QNB League akan jadi liga utama, menyusul tak adanya konferensi pers dari PT Liga Indonesia maupun dari pihak Bank QNB sendiri.

Baca Juga: Sering Mangkir Latihan, Nerius Alom Diputus Kontrak oleh PSIS Semarang

Selain itu, beberapa tim kasta teratas seperti Persik Kediri dan Persiwa Wamena harus didiskualifikasi karena tak memenuhi verifikasi liga dari segi keuangan dan infrastruktur.

Setelah menjalani 9 laga, QNB League pun dihentikan dengan alasan Force Majeure atau keadaan memaksa yang menyebabkan kerugian terjadi.

Kerugian terjadi karena Badan Olahraga Profesional (BOPI) tak merestui Arema dan Persebaya turut ambil bagian di QNB League akibat dualisme. Padahal, saat itu 18 tim lain sepakat dan setuju Arema dan Persebaya ambil bagian.

Keputusan BOPI saat itu dirasa tepat karena berdasarkan aturan FIFA Club License dan AFC Club License Regulation, kedua tim ini mendapat ranking C atau tak lolos verifikasi untuk mengikuti liga.

PSSI saat itu tak bisa berbuat banyak mengingat kompetisi berada di bawah naungan pihak ketiga dan induk sepak bola Tanah Air saat itu tak bisa menjalankan organisasi.

Kontributor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Ultras Garuda peringatkan Patrick Kluivert

bolaindonesia | 18:25 WIB

Shin Tae-yong menitip pesan untuk Nova Arianto

bolaindonesia | 11:03 WIB

Inilah deretan komentar legendaris Shin Tae-yong selama lima tahun melatih Timnas Indonesia

bolaindonesia | 16:56 WIB

Mitchel Bakker bermain di Lille yang berkompetisi di Liga Champions

bolaindonesia | 11:22 WIB

Impian terbesar seluruh pecinta sepak bola Indonesia

bolaindonesia | 12:35 WIB

Marselino Ferdinan meminta maaf dan tidak ingin menyalahkan siapapun

bolaindonesia | 22:24 WIB

Malaysia resmi menunjuk Peter Cklamovski sebagai pelatih baru

bolaindonesia | 20:44 WIB

Jika menang, maka Timnas Indonesia akan lolos ke semifinal Piala AFF 2024

bolaindonesia | 23:30 WIB

Kelakuan pemain Myanmar bikin petinggi PSSI geram

bolaindonesia | 14:15 WIB

Timnas Indonesia memainkan delapan pemain debutan saat mengalahkan Myanmar

bolaindonesia | 16:02 WIB

"Sold out! Alhamdulillah tiket untuk pertandingan kandang Indonesia melawan Laos dan Filipina di ASEAN Championships 2024 sudah terjual habis,"

bolaindonesia | 16:02 WIB

Apakah skuat muda Timnas Indonesia mampu mengalahkan Myanmar?

bolaindonesia | 15:58 WIB

Satoru Mochizuki ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya

bolaindonesia | 18:39 WIB

Menurut Mochizuki, final Piala AFF Putri 2024 bukan pertandingan mudah.

bolaindonesia | 12:13 WIB

Skuad asuhan Bojan Hodak mengakhiri turnamen sebagai juru kunci dan hanya meraih lima poin dari enam laga.

bolaindonesia | 23:23 WIB

Di Kejuaraan ASEAN 2024, Indonesia tergabung di Grup B bersama Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam.

bolaindonesia | 17:57 WIB

Arkhan Kaka membalas cibiran netizen dengan kontribusi gol

bolaindonesia | 15:02 WIB

Menurut Hilgers, ada perbedaan besar yang ia rasakan saat bermain di Liga Europa bersama dengan FC Twente dibanding membela Timnas Indonesia

bolaindonesia | 16:50 WIB
Tampilkan lebih banyak