Mengenal Lebih Jauh FK Radnik Surdulica, Klub Baru Witan Sulaeman

FK Radnik Surdulica didirikan oleh seorang pengrajin sepatu bernama Gradimir Antic.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Selasa, 11 Februari 2020 | 14:00 WIB
Pemain Timnas U-22 Witan Sulaeman beraksi bersama rekannya setelah mencetak gol kedua ke gawang Malaysia dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2/2019). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2-2. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Pemain Timnas U-22 Witan Sulaeman beraksi bersama rekannya setelah mencetak gol kedua ke gawang Malaysia dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2/2019). Pertandingan berakhir imbang dengan skor 2-2. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Bolatimes.com - Witan Sulaeman akhirnya berhasil mewujudkan mimpi berkarier di Eropa. Pemain asal Palu itu baru-baru ini resmi berlabuh ke klub kasta tertinggi Liga Serbia, FK Radnik Surdulica.

Hijrahnya Witan ke Eropa tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Ia kini menjadi pemain kedua setelah Egy Maulana Vikri yang bakal menjajal ganasnya sepak bola di Benua Biru.

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, nama FK Radnik Surdulica bisa dibilang cukup asing. Dilansir dari berbagai sumber, berikut Suara.com berhasil merangkum profil singkat klub yang bermarkas di Surdulica City Stadium itu.

Baca Juga: Striker Liga Norwegia Komentari Kepindahan Witan Sulaeman ke Klub Serbia

Suasana latihan para pemain FK Radnik Surdulica. (Instagram/fk.radnik.surdulica)
Suasana latihan para pemain FK Radnik Surdulica. (Instagram/fk.radnik.surdulica)

FK Radnik Surdulica sendiri resmi didirikan pada 1926 oleh seorang pengrajin sepatu bernama Gradimir Antic. Kala itu, klub tersebut masih bernama Surdulicki Sportski Klub (SSK).

Berdiri tepat di tengah suasana Perang Dunia I dan II, klub ini sempat berhenti beroperasi. Kemudian pada 1946 kembali berjalan dan berganti nama menjadi FK Polet atas inisiasi dari Borivoje Milenkovic dan Bozidar Stankovic.

Tak berselang lama, klub ini kembali berganti nama menjadi FK Hidrovlasina pada 1950. Di tahun yang sama, klub ini melakukan merger dengan FK Molidben yang kemudian melahirkan nama FK Radnik Surdulica hingga sekarang.

Baca Juga: Geoffrey Castillion Ingin Cetak Gol Sebanyak Mungkin Buat Persib

Kendati sudah lama berkecimpung di kancah sepak bola Serbia, FK Radnik Surdulica nyatanya baru merasakan promosi ke kasta tertinggi (Liga Super Serbia) pada musim 2015/2016. Hal tersebut didapat usai menjuarai divisi dua (Serbian First League) pada 2014/2015.

Jauh sebelum itu, FK Radnik Surdulica lebih dulu harus berjuang di divisi tiga (Serbian League East) sejak musim 2010/2011. Saat memasuki musim ketiga, mereka baru menjadi juara dan promosi ke divisi dua.

Penampakan markas FK Radnik Surdulica. (Instagram/fk.radnik.surdulica)
Penampakan markas FK Radnik Surdulica. (Instagram/fk.radnik.surdulica)

Selama empat musim berkutat di Liga Super Serbia, FK Radnik Surdulica nyatanya tak moncer-moncer amat. Klub yang diarsiteki Simo Krunic itu paling bagus finis di posisi delapan pada musim perdananya.

Baca Juga: Gabung Persija, Osvaldo Ogah Ambil Pusing Soal Rivalitas Suporter

Sedangkan pada musim 2019/2020, catatan FK Radnik Surdulica juga tak cukup apik. Mereka kini harus puas menempati urutan 13 dengan koleksi 19 poin dari 16 kontestan hingga pekan ke-20.

Sementara itu, prestasi lebih baik didapat di kompetisi domestik lainnya, yakni Serbian Cup. FK Radnik Surdulica tercatat pernah melaju hingga babak perempatfinal sebelum terhenti karena disingkirkan Red Star Belgrade 2-1 pada musim 2018/2019.

FK Radnik Surdulica sendiri terketak di Kota Surdulica yang berada di wilayah sebelah tenggara Serbia. Kota ini pun tak terlalu besar populasinya, tercatat hanya ada ada sekitar 11.400 penduduk.

Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Ultras Garuda peringatkan Patrick Kluivert

bolaindonesia | 18:25 WIB

Shin Tae-yong menitip pesan untuk Nova Arianto

bolaindonesia | 11:03 WIB

Inilah deretan komentar legendaris Shin Tae-yong selama lima tahun melatih Timnas Indonesia

bolaindonesia | 16:56 WIB

Mitchel Bakker bermain di Lille yang berkompetisi di Liga Champions

bolaindonesia | 11:22 WIB

Impian terbesar seluruh pecinta sepak bola Indonesia

bolaindonesia | 12:35 WIB

Marselino Ferdinan meminta maaf dan tidak ingin menyalahkan siapapun

bolaindonesia | 22:24 WIB

Malaysia resmi menunjuk Peter Cklamovski sebagai pelatih baru

bolaindonesia | 20:44 WIB

Jika menang, maka Timnas Indonesia akan lolos ke semifinal Piala AFF 2024

bolaindonesia | 23:30 WIB

Kelakuan pemain Myanmar bikin petinggi PSSI geram

bolaindonesia | 14:15 WIB

Timnas Indonesia memainkan delapan pemain debutan saat mengalahkan Myanmar

bolaindonesia | 16:02 WIB

"Sold out! Alhamdulillah tiket untuk pertandingan kandang Indonesia melawan Laos dan Filipina di ASEAN Championships 2024 sudah terjual habis,"

bolaindonesia | 16:02 WIB

Apakah skuat muda Timnas Indonesia mampu mengalahkan Myanmar?

bolaindonesia | 15:58 WIB

Satoru Mochizuki ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya

bolaindonesia | 18:39 WIB

Menurut Mochizuki, final Piala AFF Putri 2024 bukan pertandingan mudah.

bolaindonesia | 12:13 WIB

Skuad asuhan Bojan Hodak mengakhiri turnamen sebagai juru kunci dan hanya meraih lima poin dari enam laga.

bolaindonesia | 23:23 WIB

Di Kejuaraan ASEAN 2024, Indonesia tergabung di Grup B bersama Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam.

bolaindonesia | 17:57 WIB

Arkhan Kaka membalas cibiran netizen dengan kontribusi gol

bolaindonesia | 15:02 WIB

Menurut Hilgers, ada perbedaan besar yang ia rasakan saat bermain di Liga Europa bersama dengan FC Twente dibanding membela Timnas Indonesia

bolaindonesia | 16:50 WIB
Tampilkan lebih banyak