Joachim Loew dan Lothar Matthaus (Sumber: Twitter)
Bolatimes.com - Joachim Low gagal mempertahankan gelar juara timnas Jerman di Piala Dunia 2018. Der Panser harus pulang lebih awal setelah menelan dua kekalahan di fase grup F.
Legenda timnas Jerman, Lothar Mattheus mengungkapkan beberapa kesalahan Joachim Low yang gagal mempertahankan gelar juara.
Menurut legenda yang pernah membela timnas Jerman era 80-an ini sampai saat ini masih heran mengapa bintang Manchester City, Leroy Sane tidak masuk dalam rombongan timnas Jerman ke Rusia.
Baca Juga: Eks Wasit Piala Dunia 2010 Soroti Kinerja VAR di Piala Dunia 2018
"Saya masih tidak mengerti mengapa tidak ada Leroy Sane yang memiliki kecepatan dan kemampuannya untuk mencetak gol," kata Mattheus dilansir dari The Sun.
Penyerang Jerman, Timo Werner (Sumber: dfb.de)
Baca Juga: 5 Pemain yang Bersinar Usai Dibuang Jose Mourinho
Ia juga menyoroti peran penyerang Jerman pilihan Joachim Low, Timo Werner.
Menurutnya, Timo Werner tidak memiliki tipe permainan seperti Miroslav Klose dan beberapa legenda Jerman lainnya seperti Jurgen Klinsmann, Rudi Voller, Horst Hrubesch dan Gerd Muller sebagai predator di dalam kotak penalti.
"Werner bukan tipe striker seperti itu. Dia bergerak ke kanan dan ke kiri, itu berarti tidak ada orang di tengah, di dalam kotak penalti," jelas Mattheus.
Baca Juga: Prediksi Inggris Vs Belgia di Grup G Piala Dunia 2018
Kapten Timnas Jerman, Lothar Matthaus (kiri) mengangkat trofi Piala Dunia 1990.
Matthaus menyayangkan pilihan Low yang tidak memainkan Mario Gomez yang dianggap lebih tajam di dalam kotak penalti.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Cristiano Ronaldo Akan Jadi Presiden Portugal
Satu penyerang lain yang tidak dipilih Low juga menjadi kekecewaan tersendiri bagi Matthaus. Dia adalah penyerang Bayern Muenchen, Sandro Wagner.
"Low memiliki Mario Gomez tetapi dia hampir tidak menggunakannya. Sepertinya pelatih itu (Low -red) tidak punya keyakinan. Dan dia juga meninggalkan Sandro Wagner di rumah," tegas Matthaus.
Penyerang Bayern Muenchen, Sandro Wagner (Sumber: Bayern Munich).
Pemain yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1990 ini menyayangkan strategi Joachim Low yang lebih memikirkan pengusaan bola daripada menciptakan peluang.
"Taktik sudah salah. Tim terbaik adalah tentang kecepatan. sejauh ini hanya tentang penguasaan, penguasaan, dan penguasaan, tidak mencetak gol. Menekan lawan juga tidak," ujar Matthaus.
"Saya masih tidak bisa mengerti keputusan Joachim saat pertandingan melawan Korea Selatan. Dia salah paham!" ungkap Matthaus kecewa.
Tersingkirnya Jerman menegaskan kutukan juara bertahan Piala Dunia semakin berlanjut sejak dimulai oleh Prancis pada 2002 hingga Italy, Spanyol dan Jerman kini menjadi korbannya.